• Gunung Kelimutu merupakan objek wisata alam pegunungan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Berada di desa Koanara yang cukup terpencil membuat  jalan menuju kawasan gunung ini membutuhkan tenaga ekstra dimana jalurnya berkelok-kelok melintasi jurang dan tebing serta kondisi jalan yang tidak terlalu baik, sehingga butuh waktu 3 jam berangkat dari Kota Maumere hingga Kabupaten Sikka. Meskipun perjalanan yang tidak mudah, pesona tempat ini tetap mampu menarik perhatian banyak wisatawan untuk mengunjunginya.

    Ketinggian Gunung Kelimutu tidaklah tinggi dar gunung berapi pada umumnya sekitar 1690 mdpl. Namun keindahan gunung ini terletak pada ketuga danau yang dimiliki. Ketiga danau yang berada pada puncak yang sama mempunyai keunikan masing – masing yaitu perbedaan warna air yang ada. Tiapa danau memiliki warna berbeda dan bergantian seperti hitam, biru, hijai, merah kemudain berubah kembali selang beberapa waktu. Memang secara ilmiah perubahan tersebutr dapat di sebabkan oleh beberapa factor terutama dengan aktivitas gunung yang mengeluarkan zat dengan warna berbeda. Bisa juga akibat plankton atau lumut yang ada di danau tersebut Luas ketiga danau tersebut sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air mencapai 1.292 juta kubik.

    Namun masyarakat memiliki cerita berbeda dalam menanggapi perubahan warna yang terjadi pada danau. Mereka memberi nama danau berdasarkan warna yang dimiliki sepert danau dengan warna biru yang disebut “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”,  masyarakat mengenggap tempat ini merupakan tempat berkumpul jiwa-jiwa muda yang telah meninggal, sedangkan yang berwarna merah “Tiwu Ata Polo” yang dianggap sebagai tempat jiwa orang yang selama hidupnya melakukan kejahatan lalau meninggal, dan yang terakhir berwarna putih yang biasa disebut “Tiwu Ata Mbupu” yang dianggap sebagai tempat berkumpul jiwa-jiwa orang tua yang telah meningeal.

    Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Memang banyak cerita mistis yang dipercayai masyarakat sekitar.

    Selain keunikan danau tiga warna, terdapat tempat lain yang menarik yaitu Taman Nasional Kelimutu yang menyimpan berbagai varian flora dan fauna yang eksotis. Beberapa tanaman menyebar di kawasan Taman Nasional seperti Tokotaka (Putrajiva roxburghii), kayu deo (Trema Cannabina), uwi roar (ardisia humulis) dan lainnya. Sedangkan satwa yang ada di kawasan tersebut meliputi 19 macam burung yang dilindung dan 4 mamalia endemik yang ada di sini seperti burung punai Flores, burung hantu Wallace, Tesia Timor, dan lainnya , terdapat pula banteng, badak, kijang yang menghuni taman nasional Gunung Kelimutu.

     

    Incoming search terms: